Register   |  Login
You are here >   News
October 07, 2013 07:00

Pasien yang pernah diterapi dengan statin dan kemudian mengalami CDI (C.difficile infection), mengalami respons terhadp terapi untuk CDI lebih baik dibandingkan dengan pasien yang sebelumnya belum pernah diterapi dengan statin. Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Park dan rekan dari Department of Internal Medicine, Institute of Gastroenterology, Yonsei University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics tahun 2013.

Dari data-data yang ada, kuman Clostridium difficile (C. difficile) dihubungkan dengan 25% kejadian diare pada pasien-pasien yang diterapi dengan antibiotik dan berhubungan dengan hampir semua diare yang disebabkan karena rawat inap. Gejala yang terjadi pada pasien-pasien ini bervariasi, dari diare tanpa gejala hingga kolitis pseudomembranosa, megakolon toksik, sepsis yang disertai dengan gagal organ, maupun kematian. Infeksi C. difficile kini banyak terjadi pada pasien yang lebih muda dan sehat, dan mungkin tidak terpapar dengan antibiotik sebelumnya. Hingga kini, peningkatan kejadian infeksi karena C. difficile diperkirakan terjadi karena peningkatan penggunaan PPI (proton pump inhibitors). Para ahli memperkirakan bahwa pada pasien-pasien yang diterapi dengan antibiotik dan PPI secara bersamaan terjadi peningkatan CDI secara bermakna. Penelitian-penelitian lainnya juga memperlihatkan hubungan bermakna antara penggunaan PPI dengan kejadian berulang CDI yang lebih tinggi. Dalam sebuah review sistematik, penggunaan antagonis reseptor H2 dan PPI berhubungan secara bermakna dengan CDI (OR: 1,48, 95% CI: 1,06–2,06 dan OR: 2,05, 95% CI: 1,47–2,85). Setelah dilakukan analisa regresi logistik multivarian untuk faktor-faktor tertentu, paparan terhadap PPI berhubungan dengan keberhasilan terapi dalam 6 hari yang lebih rendah (OR = 0,690, 95% CI: 0,513–0,929, P = 0,01), namun tidak berhubungan dengan rerata perbaikan waktu pemulihan dan respons terhadap terapi secara keseluruhan (bahkan setelah lebih dari 7 hari).

Bebeda dengan penelitian yang meneliti hubungan antara penggunaan PPI dengan CDI, penelitian-penelitian yang menggunakan statin memperlihatkan bahwa pemberian statin (3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase inhibitors), menurunkan risiko dan kejadian CDI pada pasien-pasien rawat inap. Statin selama ini telah menjadi terapi pilihan untuk pasien dengan dislipidemia, namun selain itu, penelitian-penelitian memperlihatkan bahwa statin memiliki manfaat menguntungkan selain menurunkan kadar lemak darah, seperti memperbaiki outcome pada pasien-pasien dengan berbagai macam infeksi. Penggunaan statin secara klinik (seperti pada kasus pneumonia dan sepsis), memperlihatkan manfaat pleiotropik statin dari kemampuannya dalam mengatasi inflamasi. Sebagai bukti ada banyak penelitian yang memperlihatkan manfaat pemberian statin untuk sepsis, pneumonia dan infeksi viral. Angka kematian secara keseluruhan atau risiko infeksi mengalami penurunan pada pasien yang diberikan statin dibandingkan dengan yang tidak diterapi dengan statin. Dalam sebuah penelitian kohort observasional yang besar, pemberian statin berhubungan dengan penurunan kejadian kematian karena pneumonia diluar dari ICU (intensive care unit). Lebih lanjut lagi statin mengurangi kematian pada pasien dengan bakteriemia, terutama pada pasien yang diterapi dengan statin jangka panjang sebelum kejadian bakteriemia.

Karena banyaknya data yang memperlihatkan manfaat statin pada infeksi, sebuah penelitian dilakukan oelh Dr Park dan rekan untuk meneliti efek pemberian statin pada pasien dengan CDI. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian retrospektif untuk meneliti karakteristik klinik dan outcome terapi pada pasien yang diterapi dengan statin. Catatan kesehatan pasien ditelaah untuk mencari kejadian CDI yang dikonfirmasi dengan positive toxin assay (A atau B), kultur C. difficile atau adanya pseudomembran pada pemeriksaan endoskopi. Keberhasilan terapi didefinisikan dengan membaiknya diare dalam 6 hari terapi diberikan. Endpoint primer diperiksa melalui rerata perbaikan gejala (dalam waktu) dan respons terapi (berhasil atau gagal).

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam analisa multivarian, respons terapi yang berhasil secara bermakna berhubungan dengan tidak adanya paparan terhadap PPI (OR = 0,690, 95% CI = 0,513–0,929, P = 0,014) dan paparan terhadap statin (OR = 1,449, 95% CI = 1,015–2,070, P = 0,041). Angka CDI berulang untuk pasien yang diterapi dengan statin secara bermakna lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang tidak diterapi dengan statin (3% vs. 7,3%; RR = 0.393, 95% CI = 0,167–0,926, P = 0,033).

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa paparan pasien dengan statin sebelum kejadian CDI berhuungan dengan perbaikan perjalanan terapi dan berhubungan dengan respons terapi. Selain itu angka kejadian CDI berulang lebih rendah pada pasien yang diterapi dengan statin, memperlihatkan efek proteksi statin terhadap CDI dalam penelitian ini, yang diperkirakan didasari pada kemampuan statin mengurangi inflamasi dan memodulasi sistem imun. Para ahli dalam penelitian ini berpendapat bahwa penelitian ini perlu dilanjutkan dengan diskusi dan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat pleiotropik statin, terutama yang berhubungan dengan CDI. (YYA)







Image: Ilustrasi
Referensi:
1.Janarthanan S, Ditah I, Adler DG, Ehrinpreis MN. Clostridium difficileassociated diarrhea and proton pump inhibitor therapy: A meta-analysis. Am J Gastroenterol 2012; 107: 1001–10.
2.Linsky A, Gupta K, Lawler EV, Fonda JR, Hermos JA. Proton pump inhibitors and risk for recurrent Clostridium difficile infection. Arch Intern Med 2010; 170: 772–8.
3.McDonald LC, Coignard B, Dubberke E, Song X, Horan T, Kutty PK. Recommendations for surveillance of Clostridium difficile-associated disease. Infect Control Hosp Epidemiol 2007; 28: 140–5.
4.Motzkus-Feagans CA, Pakyz A, Polk R, Gambassi G, Lapane KL. Statin use and the risk of Clostridium difficile in academic medical centres. Gut 2012; 61: 1538–42.
5.Park SW, Choi AR, Lee HJ, Chung H, Park JC, Shin SK, et al. The Effects of Statins on the Clinical Outcomes of Clostridium difficile Infection in Hospitalised Patients. Aliment Pharmacol Ther. 2013;38(6):619-27.
6.Rothberg MB, Bigelow C, Pekow PS, Lindenauer PK. Association between statins given in hospital and mortality in pneumonia patients. J Gen Intern Med 2012; 27: 280–6.

Posted in: Doctor News

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Name (required)

Email (required)

Website

CAPTCHA image
Enter the code shown above: