Register   |  Login
You are here >   News
March 13, 2012 08:00

Suplementasi omega-3 bermanfaat untuk anak dengan ADHD, hal ini merupakan kesimpulan dari hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry baru-baru ini. Beberapa penelitian memperlihatkan perbedaan dalam komposisi asam lemak omega 3 di dalam plasma dan di dalam membran eritrosit pada pasien dengan attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dibandingkan dengan kelompok subyek yang tidak mengalami ADHD. Asam lemak omega 3 memiliki efek sebagai anti-inflamasi dan dapat merubah komposisi fluiditas membran sel sistem saraf pusat dan komposisi fosfolipidnya. Fluiditas membran sel dapat merubahan neurotransmisi serotonin dan dopamine.

Studi tersebut, data-data didapat melalui PubMed akan uji klinis acak berkontrol plasebo yang menganalisis suplementasi asam lemak omega-3 pada anak dengan gejala-gejala ADHD. Hasil utama yang dinilai adalah perbedaan rerata yang terstandardisasi pada skala peringkat keparahan ADHD. Analisis sekunder dilakukan untuk menentukan efek dari pemberian berbagai dosis asam lemak omega-3 pada suplementasi.

Hasilnya, sebanyak sepuluh uji klinis pada 699 anak dilibatkan di dalam penelitian meta analisis ini. Suplementasi asam lemak omega-3 menunjukan sedikit efek namun bermakna dalam memperbaiki gejala-gejala ADHD. Eicosapentaenoic acid di dalam suplemen secara bermakna berkorelasi dengan efikasi suplemen. Tidak ada bukti bias publikasi atau heterogenitas di antara penelitian-penelitian yang ditemukan.

Suplementasi asam lemak omega-3, khususnya dengan eicosapentaenoic acid dosis tinggi, cukup efektif untuk mengatasi ADHD. Efikasi relatif suplementasi asam lemak omega-3 tidak terlalu baik dibandingkan dengan farmakoterapi yang sudah ada sebelumnya untuk ADHD seperti psikostimulan, atomoxetine, atau α-2 agonists. Namun demikian, karena asam lemak omega-3 memiliki profil efek samping yang relatif ringan, dan bukti dari efikasi yang cukup baik, maka penggunaan suplementasi asam lemak omega-3 untuk menambah intervensi farmakologis tradisional atau untuk keluarga yang menolak pilihan psikofarmakologi lainnya, bisa menjadi pilihan terapi.

Jadi, walaupun tidak terlalu baik hasil yang didapat dari penelitian ini, namun karena efek samping suplementasi asam lemak omega-3 yang minimal, asam lemak omega-3 tetap dapat digunakan untuk terapi ADHD karena dapat bersifat sinergis dengan terapi ADHD.



Image: Illustration

Posted in: Doctor News

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.