Oleh Admin Kalbe Medical pada October 01, 2013 06:00

Asam Traneksamat Menurunkan Angka Kematian pada Perdarahan Traumatik

Studi terbaru yang dipublikasikan di British Medical Journal menunjukkan pemberian tranexamic acid / asam traneksamat (TXA) dapat menyelamatkan banyak nyawa di seluruh dunia jika digunakan secara tepat pada semua kasus perdarahan traumatik, bukan hanya untuk mereka dengan cedera yang ringan.

Studi ini merupakan prespecified stratified analysis dari data studi terkontrol, acak, multisenter, internasional: Clinical Randomisation of an Antifibrinolytic in Significant Haemorrhage 2 (CRASH-2) di mana 13.273 pasien dalam studi CRASH-2 ini distratifikasi menjadi 4 kelompok sesuai dengan risiko kematian pada baseline : < 6%, 6% - 20%, 21% - 50%, dan > 50%. Peneliti menemukan bahwa pemberian TXA mengurangi kemungkinan terjadinya kematian karena perdarahan sebesar 30%. Obat ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kejadian trombosis  dengan proporsi yang sama, baik pada kejadian trombosis fatal atau yang non-fatal (odds ratio [OR], 0,69; 95% confidence interval [CI], 0,53 – 0,89; P = 0,005).

Jika manfaat TXA diasumsikan sama pada semua kelompok risiko, peneliti menghitung bahwa 17% kematian pada kelompok pasien <6% dapat dihindari, 36% kematian pada kelompok 6% - 20% dapat dihindari, 30% kematian pada kelompok 21% - 50% dapat dihindari, serta 17% kematian pada kelompok >50% dapat dihindari. Ketika peneliti menganalisa mortalitas berdasar baseline risiko kematian, mereka menemukan penurunan mortalitas karena semua penyebab untuk setiap kelompok risiko, sekalipun penurunan  risiko kematian pada kelompok <6% tidak bermakna secara statistik.  Odd ratio untuk kematian di rumah sakit dalam 4 minggu atau kematian karena perdarahan ketika semua kelompok risiko digabungkan adalah 0,85 (95% CI, 0,78-0,93). Di seluruh kelompok survei, 14% (929) dari 6684 pasien yang menerima TXA meninggal. Pada kelompok plasebo, 16% (1053) dari 6589 meninggal.
 
Sekalipun studi CRASH-2 menunjukkan efikasi dari TXA dan mendorong penggunaan TXA untuk penanganan trauma, protokol ini berfokus hanya pada mereka dengan cedera yang sangat berat. Tetapi analisa baru ini menunjukkan penggunaan TXA pada kelompok yang lebih luas dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. Studi CRASH-2 dikritik karena pemberian TXA hanya menurunkan risiko absolut kematian hanya sebesar 1%. Tetapi Dr Andrew P. Cap (Chief of the Coagulation and Blood Research Program) menyatakan bahwa yang perlu dilihat adalah penurunan risiko relatif, yang dilihat dari risiko yang mendasari kematian tersebut. Dan hasil dari studi CRASH-2 sangat mengesankan, dengan penurunan risiko relatif kematian sebesar 9% untuk semua penyebab, penurunan risiko relatif kematian sebesar 15% karena perdarahan serta nilai number needed to treat (NNT) sebesar 67 pasien. TXA merupakan agen antifibrinolitik yang ditemukan di Jepang, tahun 1960 an, memmbantu mencegah pemecahan bekuan darah, dan telah terbukti mengurangi kehilangan darah pasca operasi.

Sebagai tambahan, TXA juga mengurangi risiko pembekuan darah yang tidak diharapkan yang menyebabkan serangan jantung pada semua kelompok risiko. Mereka yang diberikan TXA mengalami penurunan signifikan kemungkinan kejadian trombosis, baik fatal maupun non-fatal, dengan OR 0,69 (95% CI, 0,53 – 0,89; P = 0,005). Pemberian TXA juga menurunkan kejadian trombosis arterial (OR, 0,58; 95% CI, 0,40 – 0,83; P = 0,003). Akan tetapi risiko trombosis vena tidak berkurang secara signifikan (OR, 0,83; 95% CI, 0,59 – 1,17; P = 0,295).

Sebagai kesimpulan: data-data ini menujukkan bahwa tranexamic acid dapat diberikan secara aman kepada lebih banyak pasien dengan perdarahan traumatik, dan penggunaannya sebaiknya tidak dibatasi hanya untuk mereka dengan perdarahan yang sangat berat.(AGN)







Image: Ilustrasi
Referensi:
1.Laidman J. Tranexamic acid could save lives in all traumatic bleeding. Medscape Medical News [Internet] 2012 [Cited 2012 Sept 24]. Available from: 
http://www.medscape.com/viewarticle/771094
2.Roberts I, Perel P, Prieto-Merino D, Shakur H, Coats T, Hunt BJ, et al. Effect of tranexamic acid on mortality in patients with traumatic bleeding: prespecified analysis of data from randomised controlled trial. BMJ 2012; 345 doi: e5839



Related Articles

Citicoline Memperbaiki Fungsi Kognitif Pasien Stroke Iskemik Stroke adalah suatu keadaan kegawatdaruratan medis yang dapat menimbulkan kerusakan neurologis dan bahkan kematian. Berdasarkan data yang diperoleh da...
KALBE Luncurkan RISTEKDIKTI-KALBE SCIENCE AWARDS 2016 Kalbe bekerjasama dengan Kementerian Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) luncurkan program Ristekdikti-Kal...
Kalbe Bangun Pabrik Obat Biologis: Era Baru Industri Farmasi di Indonesia Jakarta, 27 Januari 2016 - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) pada hari ini menerima kunjungan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin, SE, M.Si....
Ekstrak White Kidney Bean Membantu Menurunkan Berat Badan Obesitas merupakan masalah utama dalam kesehatan, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, diabetes tipe 2, penyakit muskuloskeletal (o...
Atorvastatin Dosis Tinggi Memperbaiki Fungsi Ginjal Pasien Stroke dan TIA Untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler yang dikaitkan dengan penyakit ginjal kronik dan untuk mencegah gangguan fungsi ginjal yang progresif,...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.