Oleh admin kalbemed pada September 12, 2018 06:00

Manfaat Pemberian Fish Oil Pada Bayi Dengan Gangguan Hati

Trend terbaru dari penggunaan emulsi lemak berbahan dasar fish oil adalah penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi hati ataupun perbaikan fungsi hati akibat penggunaan nutrisi parenteral (PN) dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh mekanisme kerja dari fish oil tersebut yang memiliki sifat anti-inflamasi dan juga imunomodulator.

Fish oil bekerja dengan memperbaiki aliran empedu yang umumnya tersumbat (kolestasis) akibat pemberian PN jangka panjang, menurunkan steatosis (perlemakan hati), memberikan efek anti-iflamasi dan imunomodulator. Efek anti-iflamasi dari fish oil yang mengandung omega-3 bekerja dengan cara merubah eikosanoid proinflamasi yang berasal dari omega-6 menjadi anti-iflamasi yang berasal dari omega-3 yang diregulasikan oleh enzim delta-5-desaturase. Efek secara tidak langsung lainnya adalah penurunan ambilan phytosterol.

Pada konferensi ASPEN disampaikan study terbaru dari penggunaan fish oil, yaitu penggunaan fish oil pada bayi dengan gangguan hati akibat PN dapat membantu menurunkan bilirubin dan mencegah kebutuhan untuk transplantasi hati. Dikemukakan bahwa pemberian PN dapat menjadi life saving pada pasien bayi dan anak dengan penyakit saluran cerna yang mencegah mereka untuk mendapatkan asupan nutrisi secara oral. Akan tetapi, banyak pasien tersebut yang menerima PN dalam jangka panjang mengalami penyakit hati berat. Salah satu terapi yang dilakukan untuk penyakit hati tersebut adalah dengan mengganti sumber emulsi lemak dari soybean oil menjadi fish oil.

Penelitian ini dilakukan terhadap 48 pasien anak dengan PNALD (parenteral nutrition-associated lived disease) dan sirosis dari tahun 2005-2012. PNALD didefinisikan sebagai paling tidak terdapat 2 konjugasi bilirubin dengan kadar >2 mg/dL dan sirosis dikukuhkan dengan melakukan biopsi hati. Usia rata-rata ketika diberikan PN adalah 29,4 minggu dan usia rata-rata pertama kali diberikan fish oil monoterapi adalah 148,8 hari.

Dari studi tersebut menunjukkan hasil bahwa: 71% (34) pasien anak mengalami reversal of cholestasis dengan kadar konjugasi bilirubin <2 mg/dL. Durasi rata-rata untuk perbaikan kolestasis adalah 88,2 hari. 14 pasien tidak mengalami perbaikan kolestasis, dan dari 14 pasien tersebut 7 meninggal, dan 7 pasien lagi harus menjalankan transplantasi. [LAI]



Image: Ilustrasi
Referensi: Venecourt-Jackson E, Hill SJ, Walmsley RS. Successful treatment of parenteral nutrition-associated liver disease in an adult by use of a fish oil-based lipid source. Nutrition 2013;29(1):356-8.