Oleh admin kalbemed pada September 06, 2018 06:00

Kadar Albumin Bukan Merupakan Penanda Status Nutrisi Pasien Kritis

Albumin merupakan protein utama yang di sintesis oleh hati dan memiliki beberapa fungsi penting, seperti memiliki peranan untuk mempertahankan tekanan onkotik pada plasma normal, dan merupakan protein pengikat primer di dalam sirkulasi untuk mengikat asam lemak, hormon, dan obat-obatan. Oleh karena waktu paruhnya yang panjang (±20 hari), kadar di dalam serum dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga penentuan kadar albumin tidak sensitif dan tidak spesifik sebagai indikator dari status nutrisi protein, meskipun kadar albumin di dalam serum merupakan indikator mortalitas dan morbiditas pada pasien rawat inap di rumah sakit (RS).

Tidak seperti albumin, prealbumin telah menjadi protein yang dinilai untuk menentukan status protein-energy malnutrition (PEM) oleh karena waktu paruhnya yang relatif singkat (2,5 hari), sehingga dapat diestimasikan perubahan yang singkat yang berpengaruh terhadap asupan protein. Akan tetapi, beberapa penelitian pada pasien dengan penyakit kritis khususnya, kadar prealbumin di dalam serum memiliki sensitivitas yang sangat kecil sebagai prediktor status nutrisi dan peningkatan kadar prealbumin tidak berkorelasi dengan perbaikan prognosis pada pasien dengan penyakit kritis.

Berdasarkan sebuah penelitian oleh Vanek, kadar albumin merupakan marker yang buruk untuk status nutrisi, akan tetapi merupakan marker prognostik yang baik yang menghubungkan morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap di RS. Sebuah penelitian lainnya juga menunjukkan kondisi hipoalbuminemia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan lama rawat di ICU.

Sama juga pada kasus luka bakar, yang dimana pada fase akut pada luka bakar yang disertai dengan peningkatan oksidasi oleh radikal bebas, umumnya terjadi peningkatan dari OMP (oxidatively modified protein). Oksidasi dari albumin menyebabkan peningkatan agregasi eritrosit dan trombosit, serta kekuatan agregasi eritrosit. Pada pasien dengan luka bakar, pada umumnya, juga terjadi penurunan kadar albumin yang cukup bermakna yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas membran vaskuler pada luka bakar yang memproduksi eksudat dengan kehilangan protein yang bermakna melalui luka bakar tersebut. Selain daripada itu, respons fase akut terhadap sintesis protein di hati, meskipun dengan rasio luka bakar pada kulit yang sangat kecil (0,8%), menyebabkan terjadinya penurunan kadar albumin dan prealbumin sampai dengan 80% dari normal.

Luka bakar menyebabkan terjadinya kehilangan protein penting via eksudat dan peningkatan fase inflamasi yang berdampak terhadap sintesis protein di hati. Sehingga, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan dari luas area luka bakar (TBSA – total body surface are burned). Di sisi lain, pemberian nutrisi enteral telah terbukti dapat mengurangi lama rawat inap di RS dan mortalitas pada pasien anak dengan luka bakar, dengan meng-counteract sindrom penyakit euthyroid dan memperbaiki lama rawat inap di RS (LOS/LHS) pada pasien dengan luka bakar. Oleh karena itu, banyak klinisi menggunakan kadar albumin di dalam serum sebagai prediktor untuk mengevaluasi status nutrisi dan keparahan dari luka bakar, khususnya respons secara spesifik dari pasien luka bakar terhadap pemberian nutrisi enteral. Meskipun demikian, belum banyak studi pendukung yang menunjang penggunaan dari kadar albumin sebagai prediktor status nutrisi dan kaitannya dengan keparahan luka bakar. [LAI]


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Vanek V. The use of serum albumin as a prognostic or nutritional marker and the pros and cons of IV albumin therapy. Nutr Clin Pract. 1998;13:110-21.
2. Pérez-Guisado J, de Haro-Padilla JM, Rioja LF, Derosier LC, de la Torre JI. Serum albumin levels in burn people are associated to the total body surface burned and the length of hospital stay but not to the initiation of the oral/enteral nutrition. Int J Burns Trauma 2013;3(3):159-63.

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.