Oleh admin kalbemed pada September 03, 2018 06:00

Konsumsi Alkohol Meningkatkan Risiko Kanker

Sebagian besar orang tahu bahwa konsumsi alkohol dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tetapi yang mungkin tidak banyak orang tahu adalah konsumsi alkohol juga berdampak buruk berupa meningkatnya risiko kanker.

Konsumsi alkohol telah diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa kanker berikut ini: Kanker mulut, kanker esofagus (kerongkongan), kanker tenggorokan (faring), kanker pita suara (laring), kanker hati, kanker kolon dan rectum, dan kanker payudara. Selain itu, konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko kanker pancreas dan kanker lambung. Untuk setiap jenis kanker ini, semakin banyak konsumsi alkohol, semakin tinggi risiko kanker.

Apakah jenis dari minuman beralkohol yang diminum berpengaruh terhadap risiko kanker? Jenis alkohol yang terkandung dalam minuman beralkohol seperti bir atau anggur adalah ethanol. Berbagai minuman beralkohol memiliki kadar ethanol yang berbeda-beda. Artinya, yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko kanker bukan jenis minuman beralkohol yang diminum, melainkan total jumlah alkohol yang diminum.

Selain itu, minum minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari pada saat pengobatan kanker. Minuman beralkohol dapat mengiritasi rongga mulut, sedangkan pada pengobatan kanker, juga dapat terjadi efek samping pada rongga mulut. Selain itu, dikhawatirkan minuman beralkohol juga dapat berinteraksi dengan obat kanker.

Konsumsi minuman beralkohol tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, melainkan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker. Semakin banyak alkohol yang diminum, maka semakin tinggi risiko kanker. Pada pasien kanker pun sebaiknya konsumsi alkohol dihindari. [NNO]


Image: Ilustrasi
Referensi: Alcohol Use and Cancer [Internet]. [cited 2018 Aug 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/diet-physical-activity/alcohol-use-and-cancer.html