Oleh admin kalbemed pada August 01, 2018 06:00

Lactoferin, Adakah Manfaatnya pada Sindrom Metabolik?

Sindrom metabolik merupakan kombinasi kelainan medis yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit serebrovaskuler dan penyakit kronik lainnya. Akhir-akhir ini, jumlah individu yang mengalami sindrom metabolik mengalami peningkatan dengan cepat di dunia, hal ini disebaban karena pergeseran asupan makan yang berlebihan, kurangnya olahraga, meningkatnya stress, dan penyebab sosial lainnya.

Obesitas tipe viseral merupakan salah satu yang mendasari terjadinya sindrom metabolik. Penumpukan lemak viseral yang berlebihan menyebakan produksi adiponectin, plasminogen activator inhibitor type 1, TNF dan NEFA, dimana menginduksi terjadinya resistensi insulin yag berhubungan dengan meningkatnya kadar glukosa darah, tekanan darah dan dislipidemia. Untuk mencegah sindrom metabolik, hal yang sangat penting adalah memperbaiki gaya hidup dan menjaga keseimbangan energi yang masuk dan keluar.

Lactoferrin (LF) merupakan Fe-binding glycoprotein yang ditemukan konsentrasinya paling tinggi pada ASI. LF mempunyai multi-fungsional, sebagai anti-bakteri, antiviral, immunostimulatory, antioksidan, dan berpotensi untuk mencegah terjadinya kanker, dan karena LF ini merupakan komponen alami yang ada di dalam ASI dan dapat dicerna oleh bayi, maka LF dapat digunakan dengan sangat aman.  

Pada awalnya LF dikenal sebagai zat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kemudian seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran ditemukan dari penelitian terbaru bahwa LF mempunyai manfaat yang berbeda dan tidak terduga, yaitu dapat membantu menghancurkan lemak tubuh pada manusia dengan baik. Pada penelitian di Jepang, peneliti menemukan bahwa LF dapat membantu melawan obesitas dengan menghambat penumpukan lemak di tingkat sel yaitu dengan cara menghancurkannya atau lipolisis dan menghambat pembentukan sel lemak baru atau adipogenesis. Penelitian dilakukan pada subyek laki-laki dan wanita sehat dengan rentang usia 22-60 tahun yang sebagian diberi suplementasi Lactoferrin tablet 1x300 mg dan sebagian lagi diberi plasebo sebagai kontrol selama 8 minggu. Subyek tetap makan seperti biasa. Dibandingkan dengan kelompok plasebo, kelompok yang mendapat Lactoferrin mengalami penurunan lemak intraabdominal (lemak viseral) sebesar 12,3%. Selain itu, pada kelompok yang mendapat Lactoferrin juga mengalami penurunan berat badan yang bermakna (-3,3 lb). IMT (-0,6), lingkar pinggul (-1 inch), dan lingkar pinggang (-1,7 inches) dibandingkan dengan plasebo.

Penelitian lain secara in vitro, menilai hubungan antara kadar Lactoferrin dalam peredaran sebelum dan sesudah diberikan stimulasi asupan lemak dengan profil lemak, parameter oksidatif dan inflamasi. Stimulasi lemak diberikan sebanyak 60 gram dan kemudian dinilai kadar Lactoferrin dalam peredaran dan aktivitas antioksidan pada 45 pasien obesitas berat (15 laki-laki dan 30 wanita, IMT 53,4±7,2 kg/m2). Hasilnya menunjukkan bahwa kadar Lactoferrin dalam peredaran berbanding terballik dengan konsentrasi trigliserida dan aktivitas laktat dehydrogenase. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar Lactoferrin dalam peredaran baik sebelum maupun setelah diberi stimulasi berupa asupan lemak, berbanding terbalik dengan profil lemak yaitu trigliserida sesudah makan dan juga terhadap parameter stress oksidatif lainnya pada subyek dengan obesitas. [LAI]


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Ono T, Murakoshi M, Suzuki N, Iida N, Ohdera M, Iigo M, et al. Potent anti-obesity effect of enteric-coated lactoferrin: decrease in visceral fat accumulation in Japanese men and women with abdominal obesity after 8-week administration of enteric-coated lactoferrin tablets. Br J Nutr. 2010 Dec;104(11):1688-95. doi: 10.1017/S0007114510002734.
2. Fernández-Real JM, García-Fuentes E, Moreno-Navarrete JM, Murri-Pierri M, Garrido-Sánchez L, Ricart W, et al. Fat overload induces changes in circulating lactoferrin that are associated with postprandial lipemia and oxidative stress in severely obese subjects. Obesity (Silver Spring). 2010;18(3):482-8.

Related Articles

Erdosteine Menurunkan Pelepasan Mediator Inflamasi Pasien PPOK Berat Erdosteine merupakan agen mukolitik yang mempunyai efek antioksidan dan antiinflamasi, yang telah menunjukkan perbaikan fungsi paru, penurunan kadar s...
Vitamin C Membantu Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pelajar Ansietas (kecemasan) merupakan respons terhadap ancaman yang tidak diketahui, tidak jelas, atau internal yang dapat mengubah sinyal fisiologi. Sehingg...
Manfaat Probiotik pada Penanganan Jaundice pada Anak Baru Lahir Jaundice pada usia neonatus merupakan salah satu kondisi umum yang membutuhkan penanganan medis dan mengenai 2,4-15% dari bayi baru lahir dalam usia 2...
Suplementasi Vitamin D Pada kehamilan Mencegah Autisme Anak Vitamin D merupakan bagian dari keluarga besar ligan yang memberikan sinyal melalui reseptor nukleus termasuk testosteron, estrogen, kortikosteron, ho...
Probiotik Meningkatkan Seroprotektif dari Vaksin Influenza Influenza, gangguan sistem saluran pernapasan yang sering ditemui di musim hujan. Saat mengalami flu banyak yang pengalaman tidak menyenangkan terjadi...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.