Oleh admin kalbemed pada July 11, 2018 06:00

Koreksi Magnesium Plasma, Memperbaiki Gejala Depresi

Magnesium merupakan kation intraseluler kedua dan elemen terbanyak keempat di dalam tubuh. Magnesium mempunyai peranan yang kompleks di dalam tubuh, oleh karena itu merupakan elemen yang penting untuk tubuh yang sehat. Elemen ini merupakan koenzim penting untuk beberapa enzim yang terlibat dalam transfer fosfat dan metabolisme energi. Selain itu, magnesium mempunyai peranan utama dalam menstabilkan gen, replikasi DNA, sintesis protein dan asam nukleat, serta metabolisme makronutrien.

Selanjutnya, dengan mengatur dan memindahkan beberapa ion seperti kalium dan kalsium kedalam pump dan channel, magnesium juga menjadi efektif sebagai neurotranmisi. Hal ini yang menjadi dasar patofisiologi dari beberapa penyakit neurologi, seperti migren, Alzheimer, Parkinson, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Dalam tahun terakhir, elemen ini berperan terhadap insiden terjadinya depresi, karena efek dari N-methyl-D-aspartate’s (NMDA) yang merupakan chanel non-selektif inotropik di otak. Glutamate-dependent chanel mempunyai peranan penting pada neurotransmisi dan plastisitas neuronal. Hal ini terlibat dalam proses belajar, memori, dan mood. Chanel NMDA ditarik oleh neurotransmiter glutamat dan menyebabkan masuknya natrium dan kalsium ke dalam sel. Satu natrium dikenali dan didepolarisasi di rongga intraseluler, kemudian masuknya kalsium juga akan diakselerasi. Kalsium, kemudian dengan jalur enzimatik, termasuk protein kinase dan sintesis nitric oxide (NO), berperan penting pada patofisiologi terjadinya depresi. Namun, magnesium merupakan antagonis kalsium yang alami, dimana akan menghambat channel inotropik NMDA, untuk mencegah masuknya kalsium ke dalam sel, dengan menghambat aktivasi dari cascade enzimatik.

Defisiensi magnesium dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti kandungan mineral tanah dan tehnik agrikultural termasuk manipulasi genetik. Faktor lain seperti kandungan air minum, dimana berdasarkan penelitian pemberian sejumlah mineral dapat memenuhi 8% dari kebutuhan magnesium harian. Selain itu, diet yang tidak sehat seperti konsumsi makanan yang telah diproses dan biji-bijian yang telah dihaluskan dapat menyebabkan hipomagnesemia jangka panjang.

Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menilai efek suplementasi magnesium terhadap status depresi pasien depresi yang mengalami defisiensi magnesium. Metode dan desainnya adalah dengan mengumpulkan subyek sebanyak 60 pasien kemudian secara acak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan mendapatkan magnesium oxide 250 mg 2 kali sehari dan kelompok kontrol mendapatkan plasebo yang diberikan selama 8 minggu. Parameter yang dinilai adalah Bect II test untuk menilai status depresi dan konsentrasi magnesium serum. Hasilnya menunjukkan pada kelompok perlakuan kadar magnesium pasien yang normal sebanyak 88,5% sedangkan pada kelompok kontrol hanya 48,1% dan bermakna secara statistik. Setelah intervensi, juga terjadi perbaikan status depresi yang diniali dari Beck II test pada kelompok perlakuan. [LAI]


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. R Afsaneh, et al.  The Effect of Magnesium Supplementation on Depression Status in Depressed Patients with Magnesium Deficiency: A Randomized, Double-blind, Placebo-Controlled Trial. Nutrition 2016. doi: 10.1016/j.nut.2016.10.014.
2. Tarleton EK, Littenberg B. Magnesium Intake and Depression in Adults. The Journal of the American Board of Family Medicine 2015;28(2):249-56.
3. Yary T, Aazami S, Soleimannejad K. Dietary Intake of Magnesium May Modulate Depression. Biol Trace Elem Res 2013;151(3):324-29.

Related Articles

Konsumsi Kopi Bermanfaat untuk Kesehatan Organ Hati. Kopi adalah minuman kedua tersering yang paling populer di dunia setelah air putih dan telah dikonsumsi selama berabad-abad sebelumnya. Diketahui bahw...
Kadar Zinc Rendah, Memperburuk Pasien Stroke Zinc merupakan salah satu trace elements terbanyak di dalam tubuh. Yang kedua adalah besi, menjadi perantara beberapa fungsi fisiologi penting dan ber...
Kombinasi EGF dan FGF Bermanfaat Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes Ulkus diabetes adalah ulkus yang terjadi akibat faktor risiko diabetes yang tidak terkontrol. Lokasi yang paling berisiko untuk mengalami ulkus diabet...
Penggunaan Obat Metformin pada Diabetesi dengan CKD, Amankah? Selama ini klinisi menghindari pemberian metformin pada pasien diabetes (diabetesi) dengan penyakit ginjal kronik/CKD (chronic kidney disease), karena...
Aloe Vera Gel Membantu Penyembuhan Lokasi Donor Skin Graft Aloe vera adalah tanaman yang telah digunakan secara tradisional untuk penyembuhan luka, akan tetapi, efektivitasnya untuk membantu penyembuhan luka p...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.