Oleh admin kalbemed pada July 02, 2018 06:00

Diabetes Melitus, Meningkatkan Risiko Parkinson

Kaitan antara diabetes dan munculnya penyakit Parkinson sebelumnya masih simpang siur. Namun dalam hasil studi kohort skala besar terbaru semakin mengukuhkan eratnya kemungkinan mengidap Parkinson pada penyandang diabetes.

Studi kohort yang melibatkan 2.017.115 sukarelawan penyandang DM tipe 2, dibandingkan dengan non-diabetes. Hasil menunjukkan terjadinya angka yang penyakit Parkinson meningkat secara bermakna pada kelompok kohort dengan DM tipe 2. Peningkatan secara relatif tertinggi pada penderita diabetes dengan komplikasi serta pada pasien DM tipe 2 usia muda 25-44 tahun.

Secara persentase keseluruhan, ditemukan bahwa penderita DM tipe 2 mengalami 32% peningkatan risiko untuk mengidap Parkinson di kemudian hari dibandingkan mereka tanpa diabetes. Risiko ini lebih tinggi pada penderita DM tipe 2 usia muda yang mengalami 4 kali lipat peningkatan risiko mengalami Parkinson dibandingkan nondiabetes, dan 49% peningkatan risiko bagi mereka dengan komplikasi diabetes.

Adanya studi kohort skala besar ini memberikan bukti yang kuat akan keterkaitan diabetes dengan Parkinson. DM tipe 2 disebabkan oleh kurangnya insulin dan jaringan menjadi resisten terhadap efek insulin. Neuron pada otak menjadi lebih bergantung pada glukosa untuk menghasilkan energi dibandingkan sel lain pada tubuh karena mereka bisa menggunakan lemak sebagaimana yang bisa dilakukan oleh sel lainnya. Sehingga apabila terjadi gangguan pada senstivitas insulin, maka dapat menimbulkan efek yang merugikan pada neuron di otak.

Jurnal Neurology juga mencantumkan hasil oleh peneliti yang menyebutkan bawa gangguan sinyal insulin di otak akan menyebabkan disregulasi jalur seluler seperti terjadinya neuroinflamasi (aktivasi mikroglia, produksi sitokin proinflamasi, disfungsi mitokondria dan peningkatan stres oksidatif) yang menyebabkan agregasi synuclein dan berkontribusi terhadap munculnya penyakit Parkinson.[PMD]


Image: Ilustrasi
Referensi: Hughes S. Diabetes linked to increased risk for Parkinson's [Internet]. 2018 [cited 2018 June 21]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/898153.

Related Articles

Konsumsi Kopi Bermanfaat untuk Kesehatan Organ Hati. Kopi adalah minuman kedua tersering yang paling populer di dunia setelah air putih dan telah dikonsumsi selama berabad-abad sebelumnya. Diketahui bahw...
Kadar Zinc Rendah, Memperburuk Pasien Stroke Zinc merupakan salah satu trace elements terbanyak di dalam tubuh. Yang kedua adalah besi, menjadi perantara beberapa fungsi fisiologi penting dan ber...
Koreksi Magnesium Plasma, Memperbaiki Gejala Depresi Magnesium merupakan kation intraseluler kedua dan elemen terbanyak keempat di dalam tubuh. Magnesium mempunyai peranan yang kompleks di dalam tubuh, o...
Kombinasi EGF dan FGF Bermanfaat Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes Ulkus diabetes adalah ulkus yang terjadi akibat faktor risiko diabetes yang tidak terkontrol. Lokasi yang paling berisiko untuk mengalami ulkus diabet...
Penggunaan Obat Metformin pada Diabetesi dengan CKD, Amankah? Selama ini klinisi menghindari pemberian metformin pada pasien diabetes (diabetesi) dengan penyakit ginjal kronik/CKD (chronic kidney disease), karena...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.