Oleh admin kalbemed pada October 16, 2018 06:00

Adakah Manfaat Vitamin D pada Pasien Kritis ?

Dalam suatu penelitian observasional selama 11 tahun pada pasien dengan penyakit kritis, hipovitaminosis D merupakan faktor risiko untuk menimbulkan terjadinya komplikasi seperti biakan darah positif, sepsis, dan mortalitas. Kaitan tersebut dapat dijelaskan dengan hasil dari analisis in vitro sebelumnya yang menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dengan mengakibatkan defek pada fungsi makrofag (fagositosis, kemotaksis, dan produksi sitokin proinflamasi).

 

Meskipun 25-hydroxyvitamin D (cholecalciferol) merupakan salah satu yang dipercaya hanya terlibat dalam metabolisme kalsium dan pertumbuhan tulang, namun saat ini diketahui bahwa cholecalciferol mempunyai efek pleiotropik pada fungsi imun, endotel, dan mukosa.

 

Dalam suatu penelitian restrospektif, para peneliti meneliti efek defisiensi vitamin D pada pasien dengan penyakit kritis. Subyek penelitiannya sebanyak 2399 pasien dewasa yang diterapi di ICU antara tahun 1997 sampai April 2009. Usia rata-rata pasien 64,9 tahun, dengan kadar vitamin D rata-rata 26,4 ng/mL. Kebanyakan pengukuran vitamin D dilakukan 6 bulan sebelum masuk ICU (29,8% 1 bulan, 51,6% 3 bulan, dan 73,3% 6 bulan). Vitamin D dikategorikan defisiensi (<15 ng/mL), insufisiensi (16-29 ng/mL), atau sufisiensi (>30 ng/mL).

 

Hasilnya menunjukkan bahwa sepsis atau biakan darah positif secara bermakna lebih sering pada pasien dengan defisiensi vitamin D dibanding pada pasien dengan sufisiensi vitamin D. Risiko mortalitas pada 30 hari 1,4 kali lebih tinggi pada pasien dengan insufisiensi vitamin D dan 1,7 kali lipat lebih tinggi pada pasien dengan defisiensi vitamin D dibanding pasien dengan sufisiensi vitamin D. Hasil yang sama juga ditemukan pada mortalitas di rumah sakit, 90 hari dan 365 hari.[LAI]

 


Image: Ilustrasi

Referensi:

1. Lucidarme O, Messai E, Mazzoni T, Arcade M, Chevron D. Incidence and risk factors of vitamin D deficiency in critically ill patients: results from a prospective observational study. Intensive Care Medicine 2010;36(9):1609-11.
2. Zhang YP, et al. Association between vitamin D deficiency and mortality in critically ill adult patients: a meta-analysis of cohort studies. Critical Care. 2014;18:684.

Related Articles

Efek Pemberian Yogurt yang Diperkaya dengan Polifenol Buah Zaitun pada Komposisi Tubuh Yogurt adalah produk susu yang merupakan bagian dari diet manusia sejak ribuan tahun lalu. Yogurt termasuk dalam makanan dengan nilai nutrisi yang tin...
Probiotik Bermanfaat Mencegah Infeksi Saluran Nafas Atas Upper respiratory tract infections (URTI) atau infeksi saluran napas atas merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi akut dari saluran napas atas...
Probiotik Memperbaiki Kontrol Gula Darah pada Pasien Diabetes Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan di dunia, yang mempengaruhi berbagai tingkat sosial, dan menjadi beban dalam bida...
Potensi Astaxanthin dalam Menurunkan Tekanan Darah Astaxanthin adalah produk natural yang merupakan karotenoid, dan didapatkan paling banyak pada organisme laut seperti microalgae, salmon, krill, udang...
Calcitriol Menghambat Agregasi Trombosit Pasien DM Tipe 2 Aktivasi trombosit dapat ditemukan pada kondisi inflamasi dan berdampak dalam patogenesis kondisi medis kronik seperti aterosklerosis, penyakit vaskul...

Comments

Elizabeth David
## Elizabeth David
Saturday, October 20, 2018 1:34 PM
The results showed that patients with vitamin D deficiency had significantly higher levels and write my paper UK on it so that sepsis or positive blood culture than those with vitamin D deficiency.

Post Comment

Only registered users may post comments.