Oleh Admin Kalbe Medical pada May 04, 2018 07:30

Ristedikti-Kalbe Science Awards 2018

Bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) meluncurkan program Ristedikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018. Program yang diadakan setiap 2 tahun sekali sejak tahun 2008 ini, pada tahun 2018 kembali diadakan untuk ke-6 kalinya. Dalam rangka meluncurkan program RKSA 2018, bertempat di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada hari Kamis, 3 Mei 2018, diadakan forum diskusi dengan topik ”Strategi Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat” sekaligus sebagai dimulainya program RKSA ini.

RKSA 2018 merupakan program pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia, dengan tujuan mendorong hilirisasi penelitian. Dengan hilirisasi, harapannya dapat mengantarkan hasil penelitian untuk masuk ke dunia industri sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sebagai bentuk komitmen Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama Kalbe. Dengan tema: ”Inovasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, RKSA 2018 resmi dibuka untuk periode pendaftaran pra-proposal 3 Mei – 8 Juli 2018. Nantinya akan ada beberapa periode, meliputi pendaftaran pra-proposal, pengumuman pemenang pra-proposal, pengumuman pemenang proposal, hingga pengumuman pemenang RKSA di bulan Oktober 2018.

Acara ini menghadirkan dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D (Founder PT Kalbe Farma), Bpk. Vidjongtius selaku Presiden Direktur PT Kalbe Farma beserta jajaran direksi, Bpk. Widi (Ketua RKSA 2018), Dr. Muhammad Dimyati, M. Sc (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph. D, Sp. MK, Perwakilan BPOM, dan Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Dalam sambutannya, Bpk. Vidjongtius menyampaikan tujuan RKSA 2018, antara lain: meningkatkan kualitas penelitian di bidang kesehatan, memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintahan, dan terus meningkatkan kontribusi Kalbe dalam penelitian bidang kesehatan.

Konsep RKSA tahun ini pun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dari pemberian award menjadi pemberian dana bagi proposal penelitian yang akan diadakan. Total dana yang akan diberikan sebesar 1,5 milyar rupiah untuk 3-5 proposal dengan rentang waktu penelitian 12-18 bulan sejak diumumkan sebagai pemenang. Kategori RKSA 2018 dibagi menjadi 3, yaitu kategori I (Farma, Biofarma, Sel Punca), kategori II (E-health, Alat Kesehatan, Diagnostik), dan kategori III (Makanan dan Minuman Kesehatan, Produk Bahan Alam). Hal ini sesuai dengan program hilirisasi pemerintah terkait riset penelitian, yaitu Pangan, Kesehatan, dan Energi.

Dalam diskusinya, Dr. Muhammad Dimyati, M. Sc mengajak para peneliti untuk turut serta mengembangkan penelitian di Indonesia khususnya bidang kesehatan. Sumber daya merupakan hal yang penting, selain itu beliau juga menyampaikan dengan bekerja dalam 1 tim (sesuai dengan kriteria RKSA 2018 di mana dipersilakan untuk bekerja dalam tim ataupun individual) akan jauh lebih efektif. Prof. Amin pun mengingatkan akan pentingnya inovasi, terutama dalam proses dan menghasilkan produk.

Dr. Boenjamin dengan topiknya mengenai sel punca, kembali mengingatkan bahwa kita tak perlu takut menjadi tua dan memberikan banyak tips sehat yang bermanfaat agar tetap sehat seiring bertambahnya usia. Dalam kesempatan ini pula, Dr. Nurul menyampaikan perkembangan jumlah paten yang semakin bertambah di Indonesia, dan ini penting ketika seorang peneliti menghasilkan sesuatu untuk mendaftarkannya sebagai hak kekayaan intelektual, serta perwakilan dari BPOM juga menyampaikan peran BPOM terhadap penelitian yang ada di Indonesia baik berupa regulasi uji klinik dan pengembangan obat, sinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait, dan realisasi konsep dalam pengembangan obat. (Red.)

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silakan kunjungi: http://www.kalbe-rksa.com/

Related Articles

Larutan Polihexanide Menurunkan Kolonisasi Bakteri pada Luka Traumatik Luka traumatik adalah luka yang terjadi sebagai akibat dari trauma atau kecelakaan. Dengan perawatan yang baik, luka traumatik dapat sembuh secara fis...
Parasetamol Intravena Bermanfaat untuk Penanganan Nyeri Paska Tonsilektomi Nyeri paska tonsilektomi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian pada pasien pasca operasi. Pemberian analgesik sering tidak adekuat pada kasu...
Potensi Astaxanthin dalam Menurunkan Tekanan Darah Astaxanthin adalah produk natural yang merupakan karotenoid, dan didapatkan paling banyak pada organisme laut seperti microalgae, salmon, krill, udang...
Kalsium plus Vitamin D Bermanfaat untuk Perlemakan Hati Progresivitas perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) merupakan salah satu masalah metabolik yang sering ditemukan, dan mempunyai kaitan langsung dengan...
Sodium Valproate Efektif untuk Nyeri Neuropatik Diabetikum Nyeri neuropatik diabetikum terjadi karena adanya disfungsi saraf perifer dengan penyebab yang meliputi rendahnya kontrol indeks glikemik dan durasi p...

Comments

Dylan Hart
## Dylan Hart
Tuesday, May 08, 2018 8:34 PM
The Ministry of studies, era and higher schooling of the Republic of Indonesia (Kemenristekdikti RI) today released the 2018 Ristekdikti-Kalbe science Awards (RKSA) application as studies development program via fitness research funding, pharmacy, useful food, records era and existence science buy college coursework. The launch occasion of RKSA 2018 became held simultaneously with a dialogue entitled "approach of research end result for improving Public health" at Airlangga University, Tuesday (8/5/2018).

Post Comment

Only registered users may post comments.