Oleh Admin Kalbe Medical pada April 11, 2018 07:30

Injeksi Subkutan Sumatriptan DFN-11 Auto-injector untuk Mengatasi Penyakit Migrain

Migrain merupakan penyakit neurologis kronis dengan karakteristik berupa serangan episodik migrain yang rekuren, yang berhubungan dengan gejala-gejala yang memperberat serangan seperti fotofobia, fonofobia, mual dan muntah. Lebih dari 54% pasien mengalami serangan migrain yang memberat dan ternyata migrain termasuk dalam 10 urutan teratas yang menyebabkan disabilitas pada wanita. Oleh karena migrain sering mengganggu kehidupan pasien, maka pasien memerlukan pengobatan yang bervariasi selama serangan akut guna mengoptimalisasikan efek terapi.

Sumatriptan merupakan anggota kelas farmakologi “triptan” yang menjadi pilihan pertama, paling banyak dipelajari, dan sering diresepkan untuk pengobatan migrain. Sediaan yang sudah ada antara lain oral tablet, intranasal spray, subcutaneous injection, rectal suppository (beberapa negara). Injeksi sumatriptan 6 mg (menggunakan auto-injector DFN-11) sudah dipertimbangkan menjadi pilihan terapi optimal pada fase akut migrain. Sebanyak 70% pasien dengan serangan sedang-berat merasakan efek terapi dalam 1 jam dan 50% di antaranya mengalami bebas nyeri. Namun, 42% pasien mengalami sensasi triptan seperti parestesia dan rasa tidak nyaman di dada. Dalam hal ini dipertimbangkan untuk menggunakan dosis 3 mg saja.

Cady RK, et al, melakukan studi klinis acak dan cross-over untuk perbandingan efikasi dan tolerabilitas antara injeksi subkutan sumatriptan 6 mg dan 3 mg pada 37 pasien dengan minimal serangan akut migrain sebanyak 2 kali tanpa adanya retardasi mental, dan 37 pasien ini dibagi ke dalam 2 kelompok di mana kelompok pertama 18 pasien diberikan injeksi subkutan sumatriptan 3 mg dan kelompok kedua 19 pasien diberikan injeksi subkutan sumatriptan 6 mg. Intervensi ini dilakukan selama 120 menit pertama dengan follow-up terkait penurunan rasa nyeri, efek bebas nyeri, sensasi triptan (alias efek samping) yang dipantau pada menit ke-30, 60, 90, dan 120.

Dari hasil studi didapatkan bahwa pemberian injeksi SC sumatriptan 3 mg (n=18) vs 6 mg (n=19) pada pasien serangan migrain akut sedang-berat, menunjukkan bahwa dosis 3 mg memberikan efek bebas nyeri pada menit ke-60 (tidak berbeda bermakna dengan 6 mg), namun efek penurunan nyeri optimal dan stabil tercapai langsung dengan 3 mg dalam 60 menit (sedangkan efek optimal dosis 6 mg baru tercapai pada menit ke-120) dan sensasi triptan lebih minimal (tanpa nyeri dada/disorientasi) daripada dosis 6 mg, serta durasi lebih singkat.  (LWA)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Cady RK, Munjal S, Cady RJ, Manley HR, Schieber EB. Randomized, double-blind, crossover study comparing DFN-11 injection (3 mg subcutaneous sumatriptan) with 6 mg subcutaneous sumatriptan for the treatment of rapidly-escalating attacks of episodic migraine. The Journal of Headache and Pain. 2017;18:17.
2.Landy SH, Tepper SJ, Wein T, Schweizer E, Ramos E. An open-label trial of a sumatriptan auto-injector for migraine in patients currently treated with subcutaneous sumatriptan. Headache. 2013;53:118-25.

Related Articles

Efikasi dan Keamanan Penggunaan Aloclair Gel pada Anak Sebuah penelitian dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan penggunaan obat Aloclair pada anak yang dilakukan dari 2 Januari - 28 Februari 2002. Pe...
Kondisi Pre-diabetes Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Jantung dan Ginjal Temuan dari meta-analisis, studi observasional, dan studi klinik acak menunjukkan bahwa pasien dengan kondisi pre-diabetes memiliki 3-12 kali lipat pe...
Buah Merah, Berpotensi Mempunyai Aktivitas Menghambat Sel Kanker Buah merah merupakan tanaman endemik yang tumbuh di hampir seluruh wilayah Papua, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi pada kondisi tanah y...
Penggunaan Antioksidan sebelum Tabir Surya Efektif dalam Pengobatan Melasma Sebuah regimen penggunaan antioksidan topikal dengan potensi tinggi yang diikuti oleh tabir surya berbasis mineral dapat membantu memperbaiki kerusaka...
Suplementasi Jus Bit untuk Menurunkan Tekanan Darah Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan tantangan kesehatan global yang besar dengan angka kejadian tinggi dan banyak komplikasi yang tidak diingi...