Oleh admin kalbemed pada April 10, 2018 06:00

Suplementasi Vitamin D dan Fungsi Paru, Adakah Manfaatnya?

Jumlah penelitian acak tersamar ganda yang menilai efek suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru pada dewasa sangat terbatas. Dengan demikian, efektivitas dari suplementasi vitamin D tidak diketahui dengan pasti, sehingga terkadang ditemukan hasil penelitian yang bertolak belakang ataupun di sisi lain tidak ditemukan adanya efek.Hampir semua penelitian ini terbatas pada pasien dengan kondisi pernafasan seperti asma atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD).   Untuk mengetahui manfaat suplementasi vitamin D dan kesehatan paru, studi idealnya harus mencakup kelompok penyakit paru lainnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nutrients beberapa waktu yang lalu, ditemukan bahwa konsentrasi serum 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D) yang rendah berhubungan dengan buruknya fungsi paru. Dalam studi ini yang dilakukan juga penilaian individu dengan defisiensi vitamin D pada perokok, dimana suplementasi vitamin D secara potensial lebih efektif pada individu tersebut.

Studi yang melibatkan sebanyak 442 responden dewasa (rerata usia 50-84 tahun, 58% laki-laki). Yang selanjutnya subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan mendapatkan vitamin D3 200.000 IU yang kemudian diikuti 100.000 IU tiap bulan, dan kelompok kontrol mendapatkan plasebo atau obat kosong selama 1,1 tahun. Parameter yang dinilai adalah forced expiratory volume in 1 s (FEV1, sebagai parameter utama penilaian) dan konsentrasi serum 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D).

Parameter dinilai sebelum dan setelah intervensi dan dari hasil suplementasi tersebut menunjukkan pada kelompok yang mendapat perlakuan suplementasi vitamin D terjadi peningkatan kadar  serum 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D) secara bermakna, dan sebaliknya pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan. Sedangkan untuk parameter FEV1 mengalami perbaikan secara bermakna pada kelompok yang mendapat perlakuan suplemantasi vitamin D khususnya pada subyek perokok, dan sebaliknya tidak terjadi perubahan pada subyek dengan asma dan COPD. [LAI]


Image: Ilustrasi
Referensi: John DS, Carlos AC, Debbie W, Carlene M, Les T, Kay-TK, et al. Effect of     Monthly, High-Dose, Long-Term Vitamin D on Lung Function: A Randomized     Controlled Trial. Nutrients. 2017;9:1353. doi:10.3390/nu9121353.

Related Articles

Efikasi dan Keamanan Penggunaan Aloclair Gel pada Anak Sebuah penelitian dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan penggunaan obat Aloclair pada anak yang dilakukan dari 2 Januari - 28 Februari 2002. Pe...
Kondisi Pre-diabetes Meningkatkan Risiko Menderita Penyakit Jantung dan Ginjal Temuan dari meta-analisis, studi observasional, dan studi klinik acak menunjukkan bahwa pasien dengan kondisi pre-diabetes memiliki 3-12 kali lipat pe...
Buah Merah, Berpotensi Mempunyai Aktivitas Menghambat Sel Kanker Buah merah merupakan tanaman endemik yang tumbuh di hampir seluruh wilayah Papua, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi pada kondisi tanah y...
Penggunaan Antioksidan sebelum Tabir Surya Efektif dalam Pengobatan Melasma Sebuah regimen penggunaan antioksidan topikal dengan potensi tinggi yang diikuti oleh tabir surya berbasis mineral dapat membantu memperbaiki kerusaka...
Suplementasi Jus Bit untuk Menurunkan Tekanan Darah Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan tantangan kesehatan global yang besar dengan angka kejadian tinggi dan banyak komplikasi yang tidak diingi...