Oleh Admin Kalbe Medical pada December 29, 2017 07:30

Manfaat Ekstrak Daun Katuk sebagai Penanganan Inflamasi, Nyeri, dan Demam

Inflamasi (peradangan) merupakan suatu respons perlindungan normal terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh cedera, terkena bahan kimia, ataupun mikroba. Proses ini melibatkan aktifnya sel-sel imun, dan inflamasi sebagai respons tubuh untuk menginaktifkan atau menghancurkan organisme dan/atau iritan yang merusak jaringan. Inflamasi berperan penting dalam inisiasi dan perkembangan penyakit pada manusia, seperti syok sepsis, rheumatoid arthritis (RA), asma, atau kanker. Inflamasi yang tidak terkontrol dan menetap dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit kronik tersebut.

Sauropus androgynus (daun katuk) merupakan famili dari Euphorbiaceae. Banyak yang sudah mengetahui kalau daun katuk ini dapat meningkatkan kuantitas dari produksi ASI. Hal ini sudah dibuktikan dengan pemberian ekstrak katuk pada tikus putih dan pada wanita menyusui. Hasilnya ternyata memang daun katuk memiliki fungsi sebagai penambah produksi dari ASI. Selain itu, daun katuk ini ternyata juga banyak digunakan sebagai tonik, antioksidan, dan sebagai obat penurun panas. Daunnya yang hitam kehijauan mengandung banyak klorofil yang berguna sebagai elemen pembentuk sel-sel darah, peremajaan sel, dan baik untuk sirkulasi darah. Daun katuk juga berguna sebagai obat batuk, tonik, pelega tenggorokan dan melegakan panas dalam. Hal ini menjadi dasar dilakukan penelitian mengenai efek anti-inflamasi pada daun katuk.

Pada penelitian didapatkan bahwa ekstrak daun katuk dapat menurunkan denaturasi albumin, lebih baik dibandingkan Papaverine dan Fenilbutazon pada konsentrasi 200 mcg/ml. Selain itu, stabilisasi membran yang berperan sebagai tanda anti-inflamasi pada pemberian ekstrak katuk lebih baik jika dibandingkan dengan pemberian Fenilbutazon karena menghambat hemolisis dari sel darah merah. Kemudian dilakukan injeksi karagenan yang dapat menginduksi terjadinya edema (pembengkakan) pada cakar tikus. Lalu dilakukan pemberian daun katuk sebesar 200 mg/kgBB. Hasilnya ternyata daun katuk lebih efektif meredakan edema dibandingkan Papaverine dan Fenilbutazon (100 mg/kgBB), namun hal ini dipengaruhi oleh dosis yang diberikan.

Dari penelitian tersebut, didapatkan bahwa ekstrak daun katuk dapat digunakan sebagai penanganan inflamasi, nyeri, dan demam. Aktivitas anti-inflamasi ini dilihat dari munculnya phytochemicals seperti flavonoid, alkaloid, dan steroid. Flavonoid dan polifenol berkontribusi secara signifikan sebagai antioksidan dan antiinflamasi pada beberapa tumbuhan. Ekstrak daun katuk juga dapat menghambat denaturasi protein akibat pemanasan dan menghambat aktivitas enzim proteinase. Ekstrak ethanolic dari daun katuk memiliki efek anti-inflamasi walaupun ini bersifat dose-dependant. Hasil ini menunjukkan bahwa daun katuk dapat berguna sebagai pengobatan alternatif, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. (AFY)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Selvi VS, Bhaskar A. Characterization of anti-inflamatory activities and antiinoceptive effects of papaverine from Sauropus androgynus. Global Journal of Pharmacology 2012; 6(3):186-92.
2.Djati MS, Dwijayati DR, Rifa’i M. Herbal supplement formula of Elephantopus scaber and Sauropus androgynus promotes IL-2 cytokine production of CD4+T cells in pregnant mice with typhoid fever. Open Life Sciences 2016;11(2):211-9.

Related Articles

Probiotik Lactobacillus reuteri Membantu Meredakan Kolik pad Bayi Kolik pada bayi merupakan salah satu  masalah yang sering terjadi pada bayi usia kurang dari 3 bulan, keluhan ini mengenai sekitar 3% - 28% ...
Statin Memberikan Manfaat pada Kasus Disfungsi Ereksi Statin memperbaiki fungsi endotel melalui penurunan kadar low density lipoprotein (LDL) dan mungkin juga melalui efek pleiotropik yang berkaitan denga...
Mouthwash Menggunakan Probiotik dapat Bermanfaat Mengontrol Terjadinya Plak Gigi dan Gingivitis Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa dalam rongga mulut orang dewasa diperkirakan lebih dari 500 spesies dapat hidup dan berkoloni. Lebih jauh lagi...
Oligosakarida, Manfaat Lain Sebagai Laksatif Oligosakarida, selain mempunyai manfaat sebagai prebiotik, juga memberikan nilai tambah yang lain, salah satunya sebagai laksatif. Hasil penelitian me...
Benarkan Probiotik Mempunyai Efek Antioksidan? Probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu memberikan manfaat  terhadap kesehatan pejamu.&nb...

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.