Oleh Admin Kalbe Medical pada August 10, 2017 07:30

Manfaat Konsumsi Protein Whey pada Fungsi Vaskular

Vaskular disfungsi didefinisikan sebagai penekanan kemampuan endotel untuk vasodilatasi atau sering disebut dengan kekakuan arteri dan beberapa faktor antara lain hipertensi, aterosklerosis, atau diabetes, yang dapat berpengaruh terhadap kejadian tersebut. Hanya sedikit perhatian yang memperhatikan dampak potensial dari protein susu sapi terhadap fungsi vaskuler. Pall, dkk. melaporkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah setelah mengonsumsi protein whey dan natrium-kaseinat selama 12 minggu, namun untuk perbaikan kekakuan arteri hanya tampak setelah mengonsumsi protein whey saja. Hasil penelitian ini menjadi indikasi bahwa protein whey mempunyai manfaat tambahan pada sistem kardiovaskular dibandingkan dengan kaseinat.

Suatu penelitian acak, tersamar ganda, 3-way crossover, yang bertujuan untuk menilai efek pemberian protein whey terhadap tekanan darah dan marker risiko lain terjadinya penyakit kardiovaskular. Subjek sebanyak 42 pasien yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok I mendapatkan protein whey 2x28 gram per hari, kelompok II mendapatkan kaslium kaseinat 2x28 gram per hari, dan kelompok III mendapatkan maltodekstrin (kontrol) 2x27 gram per hari. Waktu intervensi selama 8 minggu.

Hasilnya menunjukkan terjadi penurunan tekanan darah secara bermakna pada kelompok I (P=0,05) dibandingkan dengan kelompok II dan kontrol. Pada kelompok I juga terjadi penurunan tekanan sistolik sentral ataupun perifer (P=0,019). Flow mediated dilation (FMD) meningkat secara bermakna pada kelompok I dan II. Kelompok I dan II mengalami penurunan kadar kolesterol total, tetapi pada kelompok I disertai dengan penurunan triasilgliserol juga (P=0,025).

Simpulan:
Konsumsi protein susu sapi mempunyai manfaat terhadap fungsi vaskular, khususnya terhadap tekanan darah dan marker risiko kardiovaskular. Dari penelitian menunjukkan konsumsi protein whey 2x28 gram per hari selama 8 minggu dapat menurunkan tekanan darah, tekanan sistolik perifer ataupun sentral, kolesterol total, dan triasilgliserol. (LAI)

Image : Ilustrasi
Referensi:
1.Fekete ÁA, Giromini C, Chatzidiakou Y, Givens DI, Lovegrove JA. Whey protein lowers blood pressure and improves endothelial function and lipid biomarkers in adults with prehypertension and mild hypertension: Results from the chronic Whey2Go randomized controlled trial. Am J Clin Nutr. 2016;104:1534–44.
2.Elwood PC, Pickering JE, Givens DI, Gallacher JE. The consumption of milk and dairy foods and the incidence of vascular disease and diabetes: An overview of the evidence. Lipids 2010;45:925–39.

Related Articles

Astaxanthin dapat Menghambat Kerusakan Kulit yang Diinduksi Lingkungan Aktivitas antiinflamasi astaxanthin, yang didasarkan pada sifat antioksidannya, telah berperan dalam memperbaiki penyakit terkait gaya hidup dan dalam...
Nivolumab Disetujui oleh US FDA untuk Kanker Kolorektal Metastatik dengan dMMR/MSI-H Evidence yang telah ada menunjukkan bahwa pasien kanker kolorektal metastatik dengan DNA mismatch repair deficient (dMMR)/microsatellite instability-h...
Kombinasi Simbiotik dan Vitamin E Bermanfaat NAFLD NAFLD adalah salah satu dari penyakit liver kronik yang paling sering ditemukan di dunia saat ini, penyakit ini muncul saat lemak didepositkan di live...
Pemberian Terapi Empagliflozin Bermanfaat sebagai Proteksi Ginjal Data terbaru dari studi EMPA-REG-OUTCOME memberikan lebih banyak bukti adanya potensi perlindungan ke ginjal setelah pemberian obat diabetes oral sodi...
Pada pasien Jepang, Tofacitinib Efektif Memperbaiki Gejala dan Tanda pada Pasien Psoriasis Sedang – Berat Psoriasis adalah penyakit kronik pada kulit dengan gejala berupa bercak merah yang bersisik yang dapat disertai juga dengan rasa gatal. Dari segi loka...