Xylitol, Gula Alkohol Sumber Karbohidrat
Friday, November 29, 2019

Xylitol, Gula Alkohol Sumber Karbohidrat

Xylitol merupakan pengganti gula yang disetujui sebagai nutrisi parenteral. Jalur metabolisme xylitol melalui pentose-monophosphate shunt, berbeda dengan glukosa yang jalur metabolismenya memerlukan insulin. Hal ini bermanfaat pada kondisi katabolik, karena pada kondisi katabolik dilepaskan hormon stres yang menyebabkan intoleransi glukosa dan resistensi insulin. Oleh karena itu, xylitol mempunyai kelebihan karena metabolismenya yang bersifat insulin-independent

Dari studi yang dilakukan oleh Ardawi menunjukkan bahwa penggunaan xylitol sebagai nutrisi parenteral dapat mempercepat metabolisme, efek pada konsentrasi glukosa lebih kecil, meningkatkan protein simpanan, dan juga efek kerusakan pada vena lebih minimal. Larutan parenteral yang mengandung xylitol dapat bermanfaat pada pasien perawatan intensif. 

Sejauh ini, masih menjadi kontroversi dalam penggunaan xylitol sebagai nutrisi parenteral karena adanya kemungkinan bersifat nefrotoksik atau hepatotoksik. Tetapi berdasarkan laporan kasus ini menyebutkan bahwa penggunaan xylitol dan gula alkohol lainnya aman. 

Uji ini dilakukan pada 55 pasien yang dirawat di perawatan intensif  yang mendapatkan nutrisi parenteral xylitol  sedikitnya selama 24 jam dan 56 pasien yang mendapatkan nutrisi parenteral non-xylitol sedikitnya selama 2 hari. Kadar xylitol serum diperiksa. Selain itu, juga dinilai terjadinya efek samping, kadar enzim hati, laktat, bilirubin, ∂-glutamyl transpeptidase, dan kebutuhan insulin. Hasilnya menunjukkan bahwa yang mendapatkan nutrisi parenteral xylitol kebutuhan insulinnya 32,6% lebih rendah dibandingkan yang non-xylitol. Kadar enzim hati dan laktat sama pada kedua kelompok dan tidak ditemukan adanya efek samping. 

 

 

Image: Ilustrasi
Referensi: Andrea S, Anika S, Andrea M, Birgit L, Michael M, Claudia S, et al. Assessment of xylitol serum levels during the course of parenteral nutrition including xylitol in intensive care patients: A case control study. Clinical Nutrition 2014;33:483-88
 

Please login or register to post comments.