Coenzyme Q-10 Membantu Memperbaiki Ovulasi Pada PCOS Resisten Clomiphene Citrate
Monday, November 18, 2019

Coenzyme Q-10 Membantu Memperbaiki Ovulasi Pada PCOS Resisten Clomiphene Citrate

Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan kelainan hormonal yang paling sering dijumpai pada wanita usia subur dan berhubungan dengan disfungsi mitokondria yang berdampak pada kualitas oosit (sel telur) hingga menyebabkan kematian oosit. Clomiphene citrate termasuk pengobatan lini pertama kasus PCOS, namun terdapat 20-25% wanita dengan PCOS yang gagal ovulasi dengan terapi clomiphene citrate dosis bertahap. 

Coenzyme Q10 merupakan koenzim larut lemak yang ditemukan pada membran mitokondria cébela dalam yang berperan penting dalam produksi energi seluler dan bertindak sebagai antioksidan. Beberapa bukti-bukti ilmiah juga menunjukkan peranan coenzyme Q10 dalam pengobatan kelainan mitokondria pada hewan percobaan, di mana ditemukan bahwa coenzyme Q10 merevitalisasi telur-telur pada tikus berumur. Belum diketahui apakah perbaikan pada telur pada tikus ini terjadi juga pada manusia.

Dari studi yang dilakukan oleh El Refaeey A dan kolega menunjukkan adanya manfaat CoQ10 pada induksi ovulasi pasien PCOS yang resisten dengan pemberikan clomiphene citrate (CC). Sebanyak 101 wanita infertil (tidak subur) dengan PCOS resisten diacak untuk diberikan kombinasi CoQ10 dan CC (51 pasien, 82 siklus) atau CC saja / kelompok kontrol (50 pasien, 71 siklus). Luaran yang diukur yaitu jumlah folikel, estradiol serum, progesteron serum, ketebalan endometrium dan ovulasi, kehamilan klinis, dan laju keguguran. Jumlah folikel >14 mm dan ≥18 mm dijumpai lebih tinggi pada kelompok CoQ10. Ketebalan endometrium pada human chorionic gonadotropin secara signifikan lebih besar pada kelompok CoQ10 dibandingkan kelompok kontrol (8,82 ± 0,27 mm banding 7,03 ± 0,74 mm). 

Ovulasi terjadi pada 54 dari 82 siklus (65,9%) pada kelompok CoQ10 dan 11 dari 71 siklus (15,5%) pada kelompok kontrol. Persentase kehamilan klinis lebih tinggi secara bermakna pada kelompok CoQ10 (19/51, 37,3%) dibandingkan kelompok kontrol (3/50, 6,0%). Kombinasi CoQ10 dan clomiphene citrate pada terapi pasien PCOS resisten-CC memperbaiki ovulasi dan persentase kehamilan klinis. Kombinasi ini merupakan pilihan yang efektif dan aman, dapat dipertimbangkan sebelum beralih ke terapi gonadotropin atau laparoscopic ovarian drilling.

 

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://time.com/4712786/ovulation-kit-pregnant-pregnancy/)
Referensi:
1. El Refaeey A, Selem A, Badawy A. Combined coenzyme Q10 and clomiphene citrate for ovulation induction in clomiphene-citrate-resistant polycystic ovary syndrome. Reprod Biomed Online. 2014 Jul;29(1):119-24. 
2. Bentov Y, Esfandiari N, Burstein E, Casper RF. The use of mitochondrial nutrients to improve the outcome of infertility treatment in older patients. 
3. Fertil Steril 2010;93:271–5. May-Panloup P, Chretien MF, Jacques C, Vasseur C, Malthiery Y, Reynier P. Low oocyte mitochondrial DNA content in ovarian insufficiency. Hum Reprod 2005;20:593–7.

Please login or register to post comments.