Statin Berpotensi Menurunkan Risiko Demensia pada Pasca Gegar Otak, Benarkah?
Monday, July 8, 2019

Statin Berpotensi Menurunkan Risiko Demensia pada Pasca Gegar Otak, Benarkah?

Gegar otak pada orang dewasa tua terkait dengan peningkatan secara dramatis risiko demensia, tetapi penelitian baru menunjukkan statin dapat mengurangi risiko ini. Hal ini terungkap dari studi yang dilakukan oleh Profesor Donald A. Redelmeier,  dari University of Toronto, and Director of Clinical Epidemiology, Sunnybrook Health Sciences Center, Canada yang telah dipublikasikan dalam JAMA Neurology bulan Mei 2019.

Dalam studi ini peneliti mengidentifikasi sebanyak 28.815 pasien yang didiagnosis menderita gegar otak dengan usia rata-rata, 76 tahun dengan 61,3% perempuan, dan sebanyak 7058 (24,5%) menerima statin, dan 21757 (75,5%) tidak menerima statin. 

Sebanyak 4727 pasien kemudian menderita demensia setelah  rata-rata 3,9 tahun atau sebanding dengan 1 kasus per 6 pasien, yang jauh di atas norma populasi dan sekitar dua kali lebih tinggi dari pasien yang sebanding yang hanya terkilir pergelangan kaki.

Pasien yang menerima statin secara bermakna terjadi penurunan risiko demensia 13%  dibandingkan dengan pasien yang tidak menerima statin. Penurunan risiko demensia terkait dengan penggunaan statin yang diterapkan pada berbagai kelompok pasien, tetap independen dari penggunaan obat kardiovaskular lainnya, diintensifkan dari waktu ke waktu, berbeda dari risiko depresi berikutnya, dan tidak diamati pada pasien setelah keseleo pergelangan kaki.

 

Image: Ilustrasi (sumber: www.health24.com)
Referensi: Donald A. Redelmeier; Fizza Manzoor; Deva Thiruchelvam. Association Between Statin Use and Risk of Dementia After a Concussion.JAMA Neurol. Published online May 20, 2019. doi:10.1001/jamaneurol.2019.1148

Please login or register to post comments.