Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Statin?
Thursday, May 16, 2019

Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Statin?

The 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase inhibitors (statin) merupakan obat yang sangat efektif untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol dalam plasma. Statin menurunkan kolestrol LDL dan trigliserida (TG) hingga 50% dan 20%, secara berurutan. Statin dinaggap terapi standar untuk berbagai jenis dislipidemia karena kemampuannya untuk menghambat biosintesis endogen kolesterol dan meningkatkan ambilan kolestrol LDL oleh hepar dengan menstimulus ekspresi reseptor LDL pada hati. Mekanisme ini penting karena lebih dari tiga perempat kolesterol yang ditemukan dalam tubuh disintesis secara endogen dan dua pertiganya dihasilkan oleh hepar.

Statin biasanya dikonsumsi pada senja / malam hari karena biosinutesis kolesterol memuncak selama malam dan sebagian besar statin (simvastatin, pravastatin, fluvastatin dan lovastatin) memiliki waktu paruh yang pendek. Waktu pemberian obat dapat mempengaruhi komplians pasien dan kepatuhan pada pengobatan. Pasien yang diterapi dengan statin biasanya mendapat berbagai macam obat dan hal ini mengakibatkan rejimen obat yang semakin kompleks yang berpotensi menurunkan komplians dan kepatuhan berobat. Jika terdapat fleksibilitas dalam meilih waktu konsumsi obat statin berdasarkan preferensi pasien maka akan meningkatkan komplians pasien, menurunkan diskontinyu obat serta memungkinkan lebih banyak pasien mencapai sasaran kadar lipid yang diharapkan.

Awad et al melakukan studi analisa terhadap 11 data klinis yang dipublikasi untuk mempelajari efek pemberian statin pagi banding malam hari terhadap profil lipid. Mean differences  (MD) antara perubahan skor parameter lipid dikumpulkan menggunakan model fixed-effect. Hasil analisa pooled atas perbandingan efek pemberian statin terhadap kolestrol total plasma, kolesterol HDL dan TG  tidak bermakna secara statistik. 

Penurunan kolesterol LDL secara statistik lebih banyak dan signifikan pada kelompok yang mendapat dosis malam (MD = 3,24 mg/dL; 95%CI = 1,23-5,25; p=0,002). Analisis sub-kelompok berdasarkan waktu paruh statin menunjukkan bahwa statin dosis-malam secara signifikan unggul dibandingkan dosis-pagi untuk menurunkan kolesterol LDL pada statin waktu-paruh pendek dan panjang (MD=9,68 mg/dL; 95% CI=3,32-16,03;p=0,003 san 2,53 mg/dL; 95% CI= 0,41-4,64; p=0,02, secara berurutan) serta penurunan kolesterol total pada statin waktu-paruh pendek saja (p=0,0005).

Secara garis besar, temuan studi tersebut: Penurunan kolesterol LDL dan total secara signifikan lebih besar pada pemberian statin dosis-malam dibandingkan dosis-pagi pada kasus statin kerja-pendek. Untuk statin kerja-panjang, efikasi penurunan kolesterol LDL sebanding pada kedua rejimen (dosis pagi dan malam). Maka, statin kerja-panjang dapat diberikan pada waktu yang terbaik mendukung komplian pasien (sesuai preferensi pasien), sementara statin kerja-pendek sebaiknya diberikan pada malam hari.


Image: Ilustrasi (Sumber: www.health.harvard.edu)
Referensi: 
1. Awad K, Serban M-C, Penson P, Mikhailidis DP, Toth PP, Jones SR, Rizzo M, Howard G, Lip GYH, Banach M, Lipid and Blood Pressure Meta-analysis Collaboration (LBPMC) Group, Effects of Morning Versus Evening Statin Administration on Lipid Profile: A Systematic Review and Meta-Analysis, Journal of Clinical Lipidology (2017), doi: 10.1016/j.jacl.2017.06.001. 
2. Calderon RM, Cubeddu LX, Goldberg RB, Schiff ER. Statins in the treatment of dyslipidemia in the presence of elevated liver aminotransferase levels: a therapeutic dilemma. Mayo Clin Proc. 2010;85(4):349-356. doi:10.4065/mcp.2009.0365.

Please login or register to post comments.