Sariawan Berulang, Bagaimanakah Pengobatannya?

Sariawan Berulang, Bagaimanakah Pengobatannya?

Recurrent aphthous stomatitis (RAS) atau stomatitis aftosa berulang, dan lebih dikenal dengan istilah sariawan, dicirikan dengan adanya ulkus nekrotik, dengan batas yang tegas dikelilingi dengan kemerahan. Biasanya sariawan terdapat pada lapisan mukosa di mulut, dan jarang muncul pada gusi. Penyakit ini dapat sembuh sendiri.

 

Penyebab sariawan belum diketahui secara pasti, walaupun sejumlah faktor diketahui menjadi penyebab sariawan ini, antara lain faktor genetik, alergi makanan, trauma lokal, perubahan hormonal (siklus menstruasi), stres dan kecemasan, merokok, dan sejumlah paparan terhadap produk kimia atau agen mikroba. Secara keseluruhan pengobatannya bersifat simptomatik, dan dicari untuk mengurangi peradangan pada sariawan dan nyeri dengan pemberian secara topikal atau sistemik.

 

Suatu review dilakukan oleh Belenguer-Guallar dan kolega dengan metode pencarian literatur dari database PubMed, Cochrane, dan Scopus, bertujuan untuk mencari tahu pengobatan seperti apa yang diberikan pada kasus sariawan berulang. Pengobatan harus selalu dimulai secara topikal. Pilihan lini pertama terdiri dari antiseptik dan antiinflamasi/analgesik, diberikan 3 kali sehari selama lesi sariawan masih ada. Salah satunya yang disebutkan dalam penelitian ini adalah penggunaan pengobatan topikal dengan kandungan asam hialuronat 0,2% berupa gel dan dioleskan dua kali sehari. Dalam review tersebut juga ditemukan sejumlah bahan alami digunakan dalam pengobatan simptomatik sariawan, salah satunya adalah licorice hydrogel, di mana diketahui dapat mengurangi diameter dari peradangan dan bagian tengah yang mengalami nekrosis pada sariawan.

 

Sariawan biasanya akan sembuh dengan pengobatan topikal, namun dalam beberapa kasus pengobatan sistemik dengan minum obat secara oral diperlukan pada sariawan yang luas dan berat atau penyebab lainnya yang tidak diketahui. Salah satu pengobatan sistemik yang digunakan adalah kortikosteroid dan immunosuppressor, namun penggunaannya haruslah hati-hati karena efek samping yang dapat ditimbulkan. Dalam pengobatan sariawan, penyebab sistemik yang mendasari haruslah diidentifikasi terlebih dahulu, jika akhirnya ditemukan penyebab apapun yang mendasari maka haruslah dikontrol agar tidak menimbulkan kondisi yang berulang. 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

Belenguer-Guallar I, Jiménez-SorianoY, Claramunt-Lozano A. Treatment of recurrent aphthous stomatitis. A literature review. J Clin Exp Dent. 2014;6(2):168-74. 

Previous Article Peran LOLA dalam Perlemakan Hati Non-alkoholik
Next Article Aspirin dosis-rendah untuk Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler, Bagaimanakah Manfaatnya?
Print
382 Rate this article:
2.0

Please login or register to post comments.

x