SOD Membantu Keberhasilan Kehamilan Inseminasi
Monday, February 25, 2019

SOD Membantu Keberhasilan Kehamilan Inseminasi

Inseminasi merupakan salah satu harapan pasangan untuk mendapatkan keturunan. Prosedur inseminasi intrauterine adalah yang tertinggi dilakukan dibandingkan dengan prosedur lainnya, namun tingkat keberhasilannya masih terendah, sekitar 10%. Salah satu penyebab kegagalannya diduga karena kurangnya perlindungan oosit dan embrio dari pembersihan radikal oksigen. Spesies oksigen reaktif negatif mempengaruhi pematangan dan interaksi gamet, fertilisasi, serta percepatan keadaan patologis saluran reproduksi.

ROS (reactive oxygen species) dapat mempengaruhi pematangan dan pengembangan oosit, menyebabkan atresia folikel, gangguan fungsi korpus luteum, dan luteolisis. Pada reproduksi wanita, antioksidan penting untuk pematangan oosit dan kualitas, implantasi, plasentasi, pertumbuhan janin, dan pengembangan organ.

Superoksida dismutase (SOD) adalah enzim yang mengkatalisis dismutasi superoksida menjadi oksigen dan hidrogen peroksida. Karena itu, SOD merupakan antioksidan yang melestarikan hampir semua sel yang terpapar untuk oksigen dan mangan SOD (MnSOD) diketemuakn cukup banyak dalam mitokondria endometrium manusia; CuZnSOD mengendalikan produksi PGF2α dengan mencegah akumulasi ROS dalam sitosol dan MnSOD bertindak untuk melindungi sel dari clearance ROS di mitokondria.

Studi penggunaan SOD dilaporkan dalam Bali Medical Journal tahun 2017, dalam studi yang melibatkan sebanyak 20 responden yang menjalan prosedur inseminasi intrauterin secara acak mendapatkan SOD dan plasebo sebagai pembanding. Dari studi tersebut diketemukan bahwa, tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi pada kelompok SOD dibandingkan kelompok plasebo, meskipun tidak berbeda secara signifikan. Rangsangan ovarium ditentukan dengan jumlah folikel tumbuh dan ketebalan endometrium menunjukkan bahwa lebih banyak folikel (≥ 6 folikel) ditemukan pada kelompok SOD dibandingkan kelompok plasebowalaupun secara statistik tidak signifikan. Ketebalan endometrium (10 mm) secara bermakna leih tinggi pada kelompok SOD dibanding plasebo. Serta terjadinya peningkatan kehamilan yang bermakna pada kelompok SOD. (dr. Angeline F.)

 

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Surasandi D, Anantasika AAN. The role of superoxida dismutase on pregnancy rates of women undergoin intrauterine insemination. Bali Med J. 2017, 6(1):114-20.
2. Agarwal A, Gupta S, Razek HA, et al. Impact of oxidative stress on gametes and embryos in an ART1 laboratory. The Clinical Embriol. 2007, 9(3):5–22.
3. Oyawoye O, Gadir AA, Garner A, et al. Antioxidants and reactive oxygen species in follicular fluid of women undergoing IVF: Relationship to outcome. Hum Reprod. 2003, 18(11):2270-4.

 

Please login or register to post comments.