Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
Thursday, February 14, 2019

Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia

Gagal jantung adalah sindrom klinis yang umum dan kompleks yang dihasilkan dari gangguan jantung fungsional atau struktural, sehingga menyebabkan gangguan pengisian ventrikel atau pengeluaran darah ke sirkulasi sistemik yang seharusnya memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung dapat disebabkan oleh penyakit endokardium, miokardium, perikardium, katup jantung, dan pembuluh darah atau oleh gangguan metabolisme.

Mengatur metabolisme energi jantung diharapkan menjadi metode baru untuk pengobatan gagal jantung. Hal ini didukung dari hasi studi di China, yang melaporkan tentang pemanfaatan metabolisme energi untuk mengatasi gagal jantung. Studi ayng telah dipublikasikan dalam Jurnal Clinical Intervention in Aging ini melibatkan sebanyak 105 pasien yang terbagi secara acak mendapatkan nutrisi enteral 500 mL/hari selama 1 dan 3 bulan serta kelompok kontrol diberi diet bebas.


Dari intervensi tersebut memberikan dampak:  Indeks massa tubuh, ketebalan lipatan triseps lengan atas, lingkar otot lengan atas, total protein, albumin, hemoglobin, dan fraksi ejeksi ventrikel kiri pada kelompok yang mendapatkan nutrisi enteral meningkat secara signifikan, dengan disertai perbaikan gejala gagal jantung. Kadar peptida natriuretik tipe-B, interleukin-6, tumor necrosis factor-α, dan protein C-reaktif semuanya naik secara signifikan.  Perbedaan yang ditunjukkan oleh kelompok yang mendapatkan diet bebas pada setiap indikator gizi, kadar serum faktor inflamasi, dan fungsi jantung tidak memiliki perbaikan yang bermakna. [dr. Dedyanto HS.]


Image: Ilustrasi
Referensi: Hong Zhou and HaiXin Qian. Relationship between enteral nutrition and serum levels of inflammatory factors and cardiac function in elderly patients with heart failure. Clin Interv Aging. 2018; 13: 397–401

 

Please login or register to post comments.