Efek Glutathione dan Vitamin C, sebagai Pemutih Kulit Asia

Efek Glutathione dan Vitamin C, sebagai Pemutih Kulit Asia

Seiring dengan penuaan, terjadi perubahan hormonal yang disebabkan karena penuaan intrinsik, sedangkan penuaan ekstrinsik terjadi karena radiasi sinar UV dan lingkungan eksternal lainnya. Penuaan intrinsik menyebabkan epidermis kulit menjadi menipis, berkurangnya matriks jaringan ikat dan berkurangnya produksi kelenjar sebasea, sehingga, walaupun seseorang tidak terpajan dengan radiasi UV seiring dengan bertambahnya usia, kulit akan terlihat lebih tipis, pucat, muncul kerutan dan kering.

Radiasi UV dapat menyebabkan penuaan kulit ekstrinsik yang disebabkan karena produksi ROS yang berlebihan pada kulit sehingga menyebabkan mutasi dan destruksi kolagen, elastin, proteoglikan dan berbagai struktur dermis yang lain. Secara makroskopis, ROS menginduksi kerusakan yang menyebabkan kulit terlihat kering, kusam, berkerut, dan pigmentasi yang tidak merata.

Radiasi sinar UV juga dapat mencetuskan melanogenesis yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan membentuk formasi pigmen. Vitamin C (Vit C) dan glutathione (GSH) merupakan antioksidan kuat yang dapat melindungi kulit dari pajanan sinar UV yang dapat menyebabkan photoaging karena ROS dan menghancurkan aktivitas kaskade. Vit C dan GSH juga membantu memutihkan kulit dengan menghambat melanogenesis yang dicetuskan oleh radiasi UV. Vit C mencetuskan efek perbaikan pada kulit dengan menginduksi peningkatan kolagen dan kualitasnya sehingga mencegah kerusakan akibat sinar UV.

Suatu studi  yang dilakukan pada 313 pasien yang diberikan injeksi vitamin C 1 gram dan Glutathione 600 mg sebanyak 6 kali dengan interval masing-masing injeksi 7-10 hari. Penyuntikan vitamin C dan Glutathione dicampur di dalam 1 syring 10 mL dan diinjeksikan menggunakan winged infusion set secara perlahan selama 5 menit.

Dari studi tersebut menunjukkan bahwa, sebanyak 95,4% pasien merasakan perbaikan hidrasi kulit dan kulit lebih putih setelah 6x injeksi vitamin C dan GSH. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efikasi vitamin C iv dan injeksi GSH terutama untuk pemutihan kulit, penyembuhan luka pasca-operasi, memperbaiki kulit yang mengalami photo-aged. [AFI]

 

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Avram, Cellulite: a review of its physiology and treatment, Journal of Cosmetic Laser Therapy 2004; 6: 181–185.
2.  Khan MH et al. Treatment of cellulite: Part I. Pathophysiology. J Am Acad Dermatol. 2010 Mar;62(3):361-70.
3.  Querleux, Anatomy and physiology of subcutaneous adipose tissue by in vivo MRI and spectroscopy: Relationship with sex and presence of cellulite, Skin Research and Technology; 8: 118-124.
4.  Wanner M et al. An evidence-based assessment of treatments for cellulite. J Drugs Dermatol. 2008 Apr;7(4):341-5.

Previous Article Manfaat Suplementasi Vitamin D Pada Disfungsi Endotel Pasien PGK
Next Article Vertigo
Print
945 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

x